Lantunkan Doa Ini Saat Hadapi Kesulitan

Lantunkan Doa Ini Saat Hadapi Kesulitan
Dalam kehidupan ini, ada kalanya kita mendapatkan cobaan, mengalami situasi kehidupan sesungguhnya tidak kita harapkan. Dalam waktu tertentu, seseorang dapat saja mengalami situasi yang begitu sulit.

Bahkan, kesulitan itu sampai pada tahap paling genting. Meski begitu, setiap Muslim dituntut untuk terus menjalani kehidupan meski terasa sangat sulit.

Dalam menghadapi situasi semacam ini, Rasulullah mengajarkan agar umat Islam menghadapinya dengan sabar. Di samping itu, umat Islam dianjurkan untuk terus memohon kepada Allah SWT agar mendapat kemudahan.

Dalam sebuah riwayat dari Nasai dan Ibnu Sunni, Rasulullah pernah berpesan kepada Ali bin Abi Talib agar membaca sebuah doa ketika menghadapi situasi sulit. Berikut doa yang dimaksud.

"Laa ilaaha illallaahul kariimul 'adziim. Subhaanahu tabaarakallaahu rabbul 'arsyil 'adziim. Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. Allaahumma rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanah wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar."

Artinya:

"Tak ada Tuhan yang disembah selain Allah yang Maha Mulia lagi Maha Besar. Aku mengakui kesucian Allah, Maha Tinggi Allah yang memelihara arsy yang besar. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara seluruh alam. Wahai Tuhan kami, berilah kebijakan kepada kami di dunia maupun di akhirat, serta lepaskan kami azab neraka."

Ini Ijazah Asma dari Habib Luthfi untuk Menarik Rizqi

Ini Ijazah Asma dari Habib Luthfi untuk Menarik Rizqi

Ijazah doa ini dikhususkan untuk keperluan “Lil Rizqi Wa Daf’il Faqri” (mendapat rizqi dan mencegah kefakiran). Ilmu ini diterjemahkan dari kitab “Durrot Ats-Tsaminah Fi Al-Ulumi Ar-Ruuhaniyyat” karya Asy-Syeikh ‘Izzuddin Al-Iraqi hal. 20, bab طلسم للرزق ودفع الفقر  (tholasim Lil Rizqi wa daf’il faqri).

Tata caranya yaitu :

Pertama, bacalah ayat di bawah ini setiap selesai sholat sunat fajar dan setiap selesai sholat subuh 70 kali, selama 40 hari mutawalliyat / berturut turut tidak boleh terputus, inilah ayat yang di maksud :

رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

(Robbi inni limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir)

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS. Al-Qoshos 24).

Mengomentari doa diatas, telah berkata Al-Allamah As-Sayyid Abdullah Al-Bilady Al-Busahry bahwa doa ini sangat mujarrab (mujarrab = ilmu-ilmu hikmah yang berulang-ulang diuji coba dan berhasil atau terbukti).

Kedua, jika tidak didawamkan (dibaca terus-menerus) selama 40 hari, ayat tersebut bisa juga ditulis dengan doa di bawah ini pada tiap tanggal 7 bulan hijriyah, kemudian tulisan tersebut disimpan pada tempat uang, dengan izin Allah SWT, uang tersebut barokah.

Inilah doa yang ditulis beserta ayat 24 surat Al-Qoshos di atas :

بسم الله الرحمن الرحيم يامعز كل ذليل ذو الطول

Menulisnya :

يامعز كل ذليل ditulis 6x

ذو الطول ditulis 6x

*) Sumber tulisan : Facebook Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya

Alasan Umat Muslim Menangadahkan Tangan Saat Berdoa

Alasan Umat Muslim Menangadahkan Tangan Saat Berdoa
Berdo'a merupakan aktivitas seorang hamba untuk meminta kepada Maha Pencipta, atas sesuatu apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Sebagaimana shalat, berdoa pun memiliki adab. Umat Muslim umumnya selalu menengadahkan tangan ke langit saat berdoa kepada Allah SWT usai shalat.

Adab ini menurut Rasulullah SAW menjadi salah satu alasan dihijabahnya doa seorang hamba. Lalu timbul pertanyaan, jika Allah Ta'ala tidak terikat arah, kenapa hambanya harus menengadahkan tangan saat berdoa?
Banyak hadits yang mengungkapkan tentang alasan Islam tentang menengadahkan tangan ketika berdoa. Bahkan sebagian para ulama mengatakan bahwa hadits-nya mencapai derajat mutawatir maknawi.

Berdoa dengan menengadahkan tangan sunnah hukumnya jika dilakukan saat berdoa meminta hujan, berdoa saat di bukit Shafa dan di Marwah, saat di Arafah, melempar jumrah 'ula di hari-hari tasyriq dan jumrah wustha. Namun menengadahkan tangan akan menjadi bid’ah ketika memanjatkan doa di tengah shalat. Misalnya doa saat antara dua sujud, saat tasyahud akhir.

Terkait pertanyaan kenapa hambanya harus menengadahkan tangan saat berdoa, seorang ulama Al Azhar, Al Muhaddits Syeikh Ahmad bin Shiddiq Al Ghumari Al Maghribi (1380 H) telah menyebutkan bahwa hal ini berkenaan dengan masalah ubudiyah, seperti menghadap kiblat saat melaksanakan shalat, dan meletakkan kening ke bumi saat sujud, maka menangadahkan tangan seakan-akan langit merupakan kiblat saat berdoa.

Dalam surat Adz-Dzariyat ayat 22 Allah Ta'ala berfirman, "Dan di langit ada rezeki kalian dan apa-apa yang dijanjikan."

Langit memang menjadi tempat turunnya rezeki. Di sanalah Allah menurunkan hujan yang menjadi rahmat bagi manusia. Langit menjadi tempat para malaikat, dimana Allah memberi perintah kepada mereka, hingga mereka menurunkannya ke penghuni bumi. Ringkasnya, langit adalah tempat pelaksanaan keputusan, maka saat berdoa kedua telapak tangan kita diarahkan ke langit.


Rasulullah pernah bersabda, "Sesungguhnya Tuhan kalian Yang Maha Suci dan Maha Tinggi adalah Maha Hidup dan Mulia, Dia merasa malu dari hamba-Nya apabila ia mengangkat kedua tanganya kepada-Nya dan mengembalikannya dalam keadaan kosong." (HR. Abu Dawud 1488, Turmudli 3556 dengan sanad shahih, lihat Shahihul Jami’ 1753)
 

Hal ini mungkin menjadi alasan, kenapa Rasululah mengatakan bahwa menengadahkan tangan menjadi salah satu penyebab terkabul atau tidaknya doa. Dibalik itu, doa dengan menengadahkan tangan ke langit juga memiliki filosofi tentang Tuhan.

Mengangkat tangan saat berdoa menunjukkan bahwa Allah SWT berada di atas, tepatnya di Arsy di atas langit ke tujuh. Kegiatan ini menunjukkan kerendahan hamba di hadapan Tuhannya.

Menengadahkan tangan juga bermakna bahwa Allah Ta'ala adalah Dzat yang mengatur alam semesta, dan berbuat sekehendak-Nya. Oleh karena itulah Dia berhak diibadahi dan dimintai serta merendahkan diri kita pada Nya dengan serendah-rendahnya, karena memang barang siapa yang menyombong diri pada Nya akan memperoleh kehinaan.

Dalam mengangkat tangan juga menunjukkan bahwa Allah Dzat yang Maha Pengasih dan Pemurah, yang akan mengabulkan semua permintaan hamba Nya, tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni oleh Nya, tidak ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi Nya, oleh karena itu Allah malu melihat hamba Nya yang mengangkat tangan pada Nya kemudian mengembalikannya dalam keadaan hampa, sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah.

Semua syariat Allah Ta'ala pasti mengandung hikmah yang sangat tinggi tak terbatas. Akal pikiran kita terlalu lemah untuk bisa mengungkap hikmah dibalik semua syariat yang ditetapkan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Cukuplah bagi kita merupakan sebuah keutamaan kalau kita bisa mengungkap sebagiannya.

jumrah online | jumrah.com